Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Puisi: KARMAPALA

Gambar
  KARMAPALA   Barangsiapa yang menanam akan menuai hasilnya Apakah menanam kebaikan, maupun menanam keburukan Barangsiapa yang berhutang berkewajiban membayar Karmapala Setiap manusia tidak lepas dari perbuatan apa yang ia kerjakan Jika tidak memanen di dunia, maka akan ditangguhkan kelak hari kemudian Anjani, Guwarsi, dan Guwarsa Menerima dari semua keserakahan dirinya Cupu Manik Astagina menjadi rebutan antara saudara Resi Gutama marah dan melempar hingga jatuh ke telaga sumala Keserakahan Guwarsi, dan Guwarsa menjadikan sifat wanara Lahirlah manusia kera Subali dan Sugriwa Anjani pun terkena karma, meski hanya separuh raganya Penebusan doa pun harus dilakukan Subali harus bertapa ngalong di hutan sunya pringga Sugriwa harus bertapa kijang tak tahu arah yang harus dilakukan Anjani pun harus bertapa nyantuka telanjang berenang sebagaimana hidup katak Suralaya – Jong Giri Saloka menjadi gempar, hawa panas melampau kodrat Manikmaya ngan...

Puisi: Sumpahku. Sumpahmu, Sumpah KIta

Gambar
  SUMPAHMU, SUMPAHKU, SUMPAH KITA Gejolak menyeruak dalam setiap dada pemuda Di sini dalam merah hati ini Di sini dalam tetesan darah ini  Mengalir deras jiwa kebangsaan  Mendesir naluri kebathinan  Hubbul wathon minal iman Mengikis akan keakuan diri Terlebur dalam satu kata ikrar suci Bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia Terikat dalam sumpaku, sumpahmu, dan sumpah kita Merdeka selamanya …! Sabat, 28 Oktober 2023

Puisi: Dosa Prahara Prita

Gambar
  PRAHARA PETAKA PRITA  Lembut indah penuh pesona rasa Senyum memikat tiada celah dan cela Prita … Sang kesuma menjadi perburuan para raja dan kesatria Mandura menjadi ajang adu kesaktian mendapatkan cinta Boja mengeluh kerana meluapnya para pelamar manca Prita … Tak satupun yang mampu menaklukkan hatimu yang beku Hati yang telah tertutup akan derita aib malu Dosa telah terbekas dalam  Aji Pameling Pamekasing Rahsa   Sang Begawan Druwasa mengajarkan tanpa batasan marka Ajian pun digunakan oleh Prita pertama kalinya ketika dia masih remaja Tiba-tiba hari jadi gelap, sang Dewa Surya tekah memberikan kama Timbul benih seorang putra tampan Karna dalam diri Prita Bagaimana?  Sejuta tanya dan kepanikan melanda prahara  Sang Karna pun menjadi korban terbuang tanpa pikir panjang   Kembali Aji Pameling Kembali menjadi sarana Prita berasmara  Pandhu dan Prita larut dalam suasana berdoa pujaloka Anugerah turunnya dewa Darma menghasilkan Puntad...

Tokoh Wayang: Prabu MANIKMANINTEN

Gambar
  MANIKMANINTEN, Prabu Prabu MANIKMANINTEN adalah seorang raja dari Kerajaan Awu-Awu Langit. Pabu Manikmaninten sebenarnya adalah penjelmaan dari Bathara Guru (Manikmaya). Ia menjadi pelindung Prabu Duryudana raja Kerajaan Astina. Dalam melakukan perlindungan tersebut, Prabu Manikmaninten dibantu oleh Begawan Bororesi penjelmaan Bathara Narada, dan Kumbaladewa penjelmaan Bathara Yamadipati. Diceritakan Raden Wisanggeni dan para putra Pandawa, bermaksud merebut Kerajaan Astina yang sebenarnya menjadi hak waris para Pandawa leluhurnya. Maka untuk itu Wisanggeni dengan didampingi Raden Antasena menghadap Prabu Duryudana dan menyampaikan maksudnya. Prabu Duryudana dan juga para Kurawa yang tahu bagaimana kekuatan dan kesaktian dua orang putra Pandawa yang dikenal dengan sebutan ‘Ndugal kewarisan’ tersebut bermaksud menyerahkan Kerajaan Astina. Tetapi pada saat itu Prabu Manikmaninten yang telah berjanji sebagai saudara tua dan pelindung Astina menantang Raden Wisanggeni, jika ia ...