Tokoh Wayang: Prabu MANIKMANINTEN
MANIKMANINTEN, Prabu
Prabu
MANIKMANINTEN adalah seorang raja dari Kerajaan Awu-Awu Langit. Pabu
Manikmaninten sebenarnya adalah penjelmaan dari Bathara Guru (Manikmaya). Ia menjadi
pelindung Prabu Duryudana raja Kerajaan Astina. Dalam melakukan perlindungan
tersebut, Prabu Manikmaninten dibantu oleh Begawan Bororesi penjelmaan Bathara
Narada, dan Kumbaladewa penjelmaan Bathara Yamadipati.
Diceritakan
Raden Wisanggeni dan para putra Pandawa, bermaksud merebut Kerajaan Astina yang
sebenarnya menjadi hak waris para Pandawa leluhurnya. Maka untuk itu Wisanggeni
dengan didampingi Raden Antasena menghadap Prabu Duryudana dan menyampaikan
maksudnya. Prabu Duryudana dan juga para Kurawa yang tahu bagaimana kekuatan
dan kesaktian dua orang putra Pandawa yang dikenal dengan sebutan ‘Ndugal
kewarisan’ tersebut bermaksud menyerahkan Kerajaan Astina. Tetapi pada saat itu
Prabu Manikmaninten yang telah berjanji sebagai saudara tua dan pelindung
Astina menantang Raden Wisanggeni, jika ia mampu mengalahkan dirinya maka
Astina boleh dimiliki oleh para Pandawa.
Terjadilah
perang tanding antara Raden Wisanggeni, Raden Antasena, para putra Pandawa lainnya,
Raden Setyaki, Kapi Anoman, dan Prabu Baladewa melawan Prabu Manikmaninten yang
dibantu Begawan Bororesi, senopati Kumbala Dewa, dan pasukan Awu-Awu Langit. Semula
senopati Kumbala Dewa beserta pasukan Awu-Awu Langit dapat dikalahkan Raden
Antasena dan para putra Pandawa. Tetapi setelah Begawan Bororesi maju, semua
para putra Pandawa, Setiyaki dan Kapi Anoman terjkena ajian Begawan Bororesi
berubah menjadi arca.
Melihat
hal tersebut, Raden Wisanggeni melapor kepada Sanghyang Padawenang di kayangan
Ondar-Andir Bawana meminta keadilan. Sanghyang Pada Wenang pun menasehati Raden
Wisanggeni jika upayanya tersebut melawan kodrat, karena kembalinya Kerajaan
Astina harus direbut dengan perang besar yang disebut Baratayudha. Tetapi untuk
mengalahkan Prabu Manimaninten, dan pasukannya – Sanghyang Pada Wenang
memberikan senjata Gada Wesi Inten. Raden Wisanggeni pun sadar dengan
perbuatannya, dan mengurungkan niatnya.
Dengan senjata tersebut Raden Wisanggeni dapat mengembalikan wujud saudara-saudaranya dari arca kembali menjadi manusia lagi. Dan Prabu Manikmaninten, Begawan Bororesi, dan Kumbaladewa pun kembali dalam wujud aslinya dan balik ke kayangan Jong Giri Saloka.
Sumber: Trianto Ibnu Badar at-Taubany, 2023, "1001 Atlas Tokoh Wayang Purwa Multi Gagarak", Dummy Buku

Komentar
Posting Komentar