Puisi: Dosa Prahara Prita

 

PRAHARA PETAKA PRITA 



Lembut indah penuh pesona rasa

Senyum memikat tiada celah dan cela

Prita …

Sang kesuma menjadi perburuan para raja dan kesatria

Mandura menjadi ajang adu kesaktian mendapatkan cinta

Boja mengeluh kerana meluapnya para pelamar manca

Prita …

Tak satupun yang mampu menaklukkan hatimu yang beku

Hati yang telah tertutup akan derita aib malu

Dosa telah terbekas dalam Aji Pameling Pamekasing Rahsa 

Sang Begawan Druwasa mengajarkan tanpa batasan marka

Ajian pun digunakan oleh Prita pertama kalinya ketika dia masih remaja

Tiba-tiba hari jadi gelap, sang Dewa Surya tekah memberikan kama

Timbul benih seorang putra tampan Karna dalam diri Prita

Bagaimana? 

Sejuta tanya dan kepanikan melanda prahara 

Sang Karna pun menjadi korban terbuang tanpa pikir panjang  

Kembali Aji Pameling Kembali menjadi sarana Prita berasmara 

Pandhu dan Prita larut dalam suasana berdoa pujaloka

Anugerah turunnya dewa Darma menghasilkan Puntadewa, 

Pesona Dewa Bayu menghasilkan Bratasena sang perkasa 

Cibta Dewa Indra menghasilkan Arjuna sang tampan kesatria utama 

Mereka bertiga merupakan manusia pilihan yang mampu menguasai dunia


Sabat, 28 Oktober 2023

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Wayang: Prabu MANIKMANINTEN

Puisi: Sumpahku. Sumpahmu, Sumpah KIta

Putiba: Sang Pelebur Angkara